Kalaulah tiba waktu untuk melepaskan suatu amanah …….
Kawan, kalau tiba masanya …….
Tak ingin kubisikkan cerita lama itu
Kenapa Aku terpilih ?
Kenapa Aku terpaku merasa sanggup ?
Padahal Aku tahu, jelaga-jelaga hitam melingkupi amanah itu …….
Yang sempat menyesakkan nafas, membekukan ekspresi jiwa
Kawan, kalau tiba masanya …….
Tak ingin kuingatkan cerita lama itu
Ketika Aku mengeluh …….
Ketika Aku merasa sendiri …….
Ketika Aku tak sadar melalaikannya …….
Padahal terucap walau samar, sebuah janji hati untuk merampungkannya
Meskipun kugenggam amanah itu dengan tangan berkeringat dan bergetar
Kawan, kalau tiba masanya …….
Tak ingin kuusik cerita lama itu
Bahwa kita pernah tertawa lepas
Bahwa kita sempat bercengkrama bersama
Bahwa kita bisa saling mengerti walau tak setiap kali
Karena kita tahu, setiap diri tak pernah sama dan serupa
Walau selayang terlihat sama, mengapa segan menyatukan hati
Tapi kawan, kalau tiba masanya …….
Ingin kukatakan kepada kalian, sebuah permohonan maaf …….
Jika tak sadar Aku pernah berprasangka
Jika Aku pernah kecewa
Jika tak dapat merangkai kata-kata bijak
Jika Aku hanya memendam ketidaksukaan
Jika Aku tak bisa mengukir apa-apa
Jika Aku tak mampu memberi yang terbaik …….
Karena Aku adalah seperti ini adanya ……….
Robbi …….
Kalaulah tiba waktunya melepaskan suatu amanah …….
Bilakah kutemui lagi amanah seindah ini, kuhanya berharap …….
Limpahan segunung kekuatanMu kepadaku yang lemah ini
Atau limpahkan kepada hambaMu yang lemah ini
Atau limpahkan hambaMu yang lebih perkasa
Lebih bijak perkataan dan keputusannya ……
Lebih bersih hatinya …….
Lebih tajam bashirohnya …….
Lebih deras dzikirnya …….
Kalaulah tiba waktunya melepaskan suatu amanah …….
Wallohu a’lam bishshowab …….

No comments:
Post a Comment